BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Senyawa karbon banyak terdapat di
alam, baik yang berasal dari makhluk hidup, benda mati, maupun yang dihasilkan
secara sintesis dilaboratorium atau industri. Kemampuan atom karbon membentuk
rantai ikatan antara atom-atom karbon mengakibatkan banyaknya variasi molekul
senyawa karbon. Atom karbon juga dapat membentuk molekul bersama atom dari
unsur lainnya, seperti hydrogen,
oksigen, dan halogen.
Senyawa karbon dengan berbagai
bentuk dan sifat yang khas perlu dikelompokkan agar lebih mudah dipelajari.
Pengelompokkan senyawa karbon berdasarkan gugus fungsi yang terkandung di
dalamnya. Gugus pada senyawa karbon yang berpengaruh besar terhadap sifat
keseluruhan senyawa dinamakan gugus fungsi. Gugus fungsi dapat terdiri atas
satu atau sekumpulan atom.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana
cara kita mengetahui beberapa reaksi senyawa karbon berdasarkan ciri-cirinya ?
C. Maksud Praktikum
Adapun
Maksud dari percobaan ini adalah untuk mempelajari beberapa aspek yang terkait
dengan reaksi – reaksi senyawa karbon seperti,reaksi Adisi,reaksi
esterifikasi,reaksi redoks,reaksi polimerisasi,dan reaksi Yodoform.
D. Tujun Praktikum
Adapun
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mempelajari beberapa reaksi senyawa
karbon dengan mereaksikannya dengan beberapa pereaksi tertentu.
E. Manfaat Praktikum
Adapun
manfAat praktikum ini adalah kita sebagai mahasiswa farmasi dapat menerapkannya
dalam bidang kita sebagai seorang farmasis dan dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Teori Umum
Reaksi-reaksi
kimia pada senyawa karbon,dapat dikelompokkan
tipe,diantaranyaadisi,esterifikasi,polimerisasi,yodoform,reaksi,redoks,reasisubtitusi,dan
eliminasi (Sumo usman F,1992).
Adapun
reaksi Polimerisasi adalah reaksi perpanjangan rantai dimana unit senyawa yang
kan berpolimerisasi disebut monomer dan hasilnya disebut polimer yang tersusun
atas monomer-monomer tersebut.Reaksi Esterifikasi adalah reaksi pembentukan
ester dimana pada percobaan ini ester dibuat dari alcohol dengan asam
karboksilat menggunakan katalis asam.Reakasi Redoks adalah reaksi antara dua
dimana zat yang satu tereduksi dan zat yang mengalami oksidasi,biasanya
disertai perubahan kondisi seperti seperti adanya endapan,perubahan
warna,perubahan PH,viskositas dan lain-lain.Reaksi Yodoform adalah reaksi
haloform atau pembuatan senyawa haloform.Untuk yodoform berarti akan dihasilkan
senyawa CHI3 (Sumo usman F,1992).
Suatu
reaksi terjadi karena satu molekul atau lebih memiliki energy yang cukup
(energy aktivasi) untuk memutuskan ikatan .Suatun ikatan kovalen A-B dapat
dipututs dalam dua cara yaitu (Sumo usman F,1992) :
1) A:B
A + + B- atau A- + B+
2) Pemutusan
homoiltik : suatu pemutusan yang menghasilakn radikal bebas, A :
B A. + .B
Dalam
suatu reaksi kimia ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu apa yang terjadi
pada gugus fungsi dan sifat pereaksi yang menyerang.Ada tiga jenis pereaksi
dalam reaksi organic yaitu :
1)
Pereaksi elektrofil : Peraksi bermuatan positif ,asam lewis,karbokation (C+)
dan oksidator (menerima electron).
2)
Pereaksi Nukleofil: Pereaksi yang bermuatan negativ,basa lewis dan reduktor
(member electron).
3)
Pereaksi radikal bebsas : Pereaksi yang mempunyai satu electron tak
berpasangan.
Dimana
reaksi adisi adalah reaksi penambahan gugus ke suatu ikatan rangkap dan menghasilkan
ikatan tunggal.(Sumo usman F,1992 :29) :
a.
Reaksi adisi nukleofil terjadi apabila gugus yang menyerang pertama kali ke
suatu ikatan rangkap merupakan pereaksi nukleofil.
b.
Reaksi adisi elektrofil terjadi bila gugus menyerang pertama kali ke suatu
ikatan rangkap merupakan pereaksi elektrofil.
c.
Reaksi adisi radikal bebas terjadi bila gugus yang menyerang merupakan radikal
bebas.
Reaksi
Polimerisasi yaitu reaksi pengubahan dari monomer menjadi polimer oleh karena
cahaya,radikal bebas,kation atau anion.
Contoh : n CH2 =
CH-Cl (-CH2-CH)-n
(Sumo usman F,1992 :29).
Cl
B. Uraian Bahan
1. Aseton (Ditjen POM,1995 : 27)
Nama
Resmi : ACETONUM
Nama
Lain : Aseton
RM
/ BM : C3H6O/58,08
Pemerian :Cairan
transparan,tidak berwarna mudah menguap,bau khas
Kelarutan :Dapat bercampur dengan
air, dengan etanol, dengan eter, dan dengan kloroform.
Penyimpanan
:Dalam wadah tertutup rapat,jauhkan dari api.
Kegunaan
: Sebagai sampel
2. Alkohol (Ditjen POM,1979 : 63)
Nama
Resmi : AETHANOLUM
Nama
Lain : Etanol,Alkohol
RM
/ BM : C8H10N4/194,19
Pemerian : Cairan mudah
menguap,jernih dan tidak berwana,berbau khas dan menyebabkan rasa terbakar,pada
lidah.
Kelarutan : Bercampur dengan air
dan praktis bercampur dengan semua pelarut organic.
Kegunaan : Sebagai Antiseptik
3. Asam Asetat (Ditjen POM,1979 : 41)
Nama
Resmi : ACIDUM ACETICHUM
Nama
Lain : Asam
asetat,cuka
RM
/ BM : C2H4O2/60,05
Pemerian : Cairan jernih, tidak
berwarna, bau menusuk, rasa asam, tajam.
Kelarutan : Dapat bercampur dengan
air, etanol dan gliserol.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat.
Kegunaan
: Sebagai zat tambahan
4. Air Suling (Ditjen POM,1979 : 96)
Nama
Resmi : AQUA DESTILLATA
Nama
Lain : Air suling
RM
/ BM : H20/18,02
RS :
H-O-H
Pemerian : Cairan jernih
berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat.
Kegunaan : Sebagai pereaksi
5. Asam Sulfat (Ditjen POM,1979:12)
Nama
Resmi : ASIDIUM
SULFURICUM
Nama
Lain : Asam sulfat
RM
/ BM : H2SO4/98,07
RS :
O
HO-S-OH
Pemerian :
Cairan jernih, minyak, tidak berwarna, bau
sangat, tajam dan korosif
Kelarutan : Bercampur dengan air
dengan etanol, menimbulkan panas.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup
rapat.
Kegunaan : Sebagai zat tambahan.
6. Kalium Bikromat (Ditjen POM,1979 :
690)
Nama
Resmi : KALLI BIKROMAT
Nama
Lain : Kalium
Bikromat
RM
/ BM : K2Cr2O7/146,996
Pemerian : Massa hablur, kuning
Kelarutan : Sangat
mudah larut dalam air,larutan jernih
Penyimpanan
: Dalam wadah tertutup rapat.
Kegunaan
: Sebagai indicator
7. NaOH (Ditjen POM,1979 : 412)
Nama
Resmi : NATRII
HYDROXYDHUM
Nama
Lain : Natrium
Hidroksida
RM
/ BM :
NaOH/40,00
RS :
Na-OH
Pemerian : Bentuk batang, butiran
massa hablur, atau kering, keras, rapuh,dan menunjukan susunan hablur,putih
mudah meleleh,sangat alkalis dan korosif,segera menyerap karbondioksida.
Kelarutan : Sangat mudah larut
dalam air dan etanol (95%) p.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat.
Kegunaan : Sebagai pereaksi
C. Prosedur Kerja
1. Reaksi
Adisi
Dalam
tabung reaksi,masukkan 3 ml mdan tambahkan 3 ml aseton.Teteskan ke dalam 10 ml
tetes NaHSO3 jenuh kocok dan amati perubahan yang terjadi.
2. Reaksi
Polimerisasi
Kedalam
sebuah tabung reaksi masukkan 2 ml asetildehida 1 : 1 tambahkan kedalam tabung
itu 2 ml NaOH 2 M.Panaskan perlahan-lahan dan amati perubahan yang terjadi.
3. Reaksi
Pengesteran
Isi
sebuah tabung reaksi dengan 2 ml alcohol 50 %,2 m asam asetat 6 M dan 5 tetes H2SO4
pekat.Panaskan tabung reaksi ini selama beberapa menit.Kemudian tuangkan ke
dalam tabung reaksi lain yang sudah diisi dengan 3 ml air,cium bau larutan
tersebut.
4. Reaksi
Redoks
Isi
tabung reaksi dengan 2 ml alcohol 50 %,3 tetes H2SO4
pekat dan 4 ml larutan K2Cr2O7 0,1 M.Tutup
tabung reaksi dengan sebuah gabus dan letakkan dalam gelas kimia yang beirsi
air panas,selama beberapa menit.Amati perubahan yang terjadi dan cium bau
larutan tersebut.
5. Reaksi
Yodoform
Isi
sebuah tabung reaksi dengan 5 ml larutan I2 0,2 M dan 2 ml
alcohol.Tambahkan tetes pertetes larutan NaOH 0,1 M,sampai larutan berwarna
kuning pucat.Tutup tabung reaksi dengan gabus dan letakkan kedalam gelas
kimia berisi air panas,dan perhatikan perubahan yang terjadi
BAB
III
KAJIAN PRAKTIKUM
A. Alat yang digunakan
Alat-alat
yang digunakan dalam praktikum yaitu,Botol semprot,Gelas ukur,Gelas kimia,Lampu
spiritus,Penjepit tabung reaksi,rak tabung,tabung reaksi.
B. Bahan yang digunakan
Bahan-bahan
yang digunakan dalam praktikum yaitu,Aquadest,Alkohol,Asam asetat,asam
sulfat,NaOH,K2Cr2O7.
C. Cara Kerja
1.
Reaksi Polimerisasi
Disiapkan
alat dan bahan yang akan digunakan,didalam sebuah tabung reaksi dimasukkan 2 ml
Asetaldehida,kemudian ditambahkan 2 ml NaOH 2 M.Dipanaskan perlahan-lahan dan
diamati perubahan yang terjadi.
2. Reaksi
Esterifikasi
Disiapkan
alat dan bahan yang akan digunakan,kemudian ambil sebuah tabung reaksi dan
masukkan 2 ml alcohol 50 %,2 ml asam asetat 6 M,dan 5 tetes H2SO4.Setelah
itu tabung reaksi dipanaskan dipanaskan beberapa menit diatas penangas air,dan
diamati perubahan yang terjadi.
3. Reaksi Redoks
Disiapkan
alat dan bahan yang akan digunakan,setelah itu masukkan kedalam sebuah tabung
reaksi 2 ml alcohol 50 % ,3 tetes H2SO4 pekat dan 4 ml
larutan K2Cr2O7.Kemudian tabung reaksi
tersebut ditutup dengan gabus dan dimasukkan kedalam gelas kimia yang berisi
air panas selam beberapa menit.Kemudian diamati perubahan yang terjad dan cium
bau larutan tersebut.
4. Reaksi Yodoform
Pertama-tama
disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan,setelah itu diambil sebuah tabung
reaksi dan masukkan 5 m larutan I2 0,2 M,dan 2 ml alcohol.Setelah
itu tambahkan tetes demi tetes larutan NaOH 0,1 M, smpai larutan berubah
menjadi warna kuning pucat.Tutup tabung reaksi dengan gabus dan masukkan
kedalam gelas kimia yang berisi air panas dan diperhatikan perubahan yang
terjadi.
BAB
IV
KAJIAN
HASIL PRAKTIKUM
A. Hasill Praktikum
1. Tabel Hasil Pengamatan
A.
Reaksi Polimerisasi
|
Zat-zat yang direaksikan
|
Hasil Reaksi
|
|
Aseton + NaOH
|
Sebelum dipanaskan-warna #
bercampur
Setelah dipanaskan-warnanya
bercampur
|
B.
Reaksi Pengesteran
|
Zat-zat yang direaksikan
|
Hasil
reaksi
|
|
Alkohol + CH3COOH + H2SO4
|
Tercampur dan menghasilkan bau
seperti balon (aromatic)
|
C.
Reaksi Redoks
|
Zat-zat yang direaksikan
|
Hasil Reaksi
|
|
Alkohol 50% + H2SO4
+ K4Cr2O7
|
Orange-kehitaman
Bau-harum (aromatic)
|
D.
Reaksi Yodoform
|
Zat-zat yang direaksikan
|
Hasil Reaksi
|
B. Pembahasan
Dalam
percobaan ini kita ingin melihat dan mengetahui perbedan dari beberapa reaksi
senyawa karbon yaitu,reaksi adisi,reaksi esterifikasi,reaksi
polimerisasi,reaksi redoks,reaksi yodoform.
Rekasi
polimerisasi adalah reaksi perpenjangan rantai,yang dimana unit senyawa yang
akan berpolimerisasi disebut monomer dan hasilnya disebut polimer yang tersusun
dari monomer-monomer tersebut.Adapun dalam percobaan reaksi polimerisasi yang
pertama dilakukan yaitu,disiapkan alat dan bahan yang digunakan,kemudian
diambil sebuah tabung reaksidan dimasukkan 2 ml asetaldehida 1 : 1 dan 2 ml
NaOH 2 M, kemudian dipanaskan diatas lampu spiritus.Sebelum dipanaskan larutan
ini berwarna kuning namun setelah dipanaskan membentuk endapan orange.
Adapun
yang dimaksud dengan reaksi Esterifikasi adalah reaksi pembentukan ester..Pada
percobaan ini kami membandingkan antara H2SO4.encer dan
pekat.Yang pertama-tama disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan .Setelah
itu diambil sebuah tabung reaksi dan dimasukkan 2 ml alcohol 50% ,2 ml asam
asetat 6 M,dan 5 tetes H2SO4 pekat,setekah itu dipanaskan
diatas penangas air,setelah itu dituangkan kedalam tabung reaksi yang telah
berisi 3 ml air ternyata tidak bercampur (tidak larut).Sedangkan yang
menggunakan asam sullfat encer bercampur atau larut.Dari hal ini dapat disimpulkan
bahwa kepekatan mempengaruhi kelarutan dari suatu larutan.
Reaksi
Redoks adalah reaksi antaradua dimana zat yang satu mengalami reduksi dan
satunya lagi mengalami oksidasi.Pada percobaan ini yang pertama dilakukan yaitu
meyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan,setelah itu diambil sebuah tabung
reaksi dan di masukkan 2 ml alcohol 50%,3 tetes H2SO4
pekat dan 4 ml larutan K2Cr2O7,sebelum
dipanaskan larutan berwarna orange namun setelah dipanaskan didalam gelas kimia
yang berisi air panas larutan berubah menjadi warna hijau pekat.
Reaksi
Yodoform adalah reaksi adalah reaksi haloform atau pembuatan senyawa
haloform.Untuk yodoform berarti akan menghsilkan senyawa CHI3.Dalam
percobaan ini yang pertama disiapkan alat dan bahan yang akan
digunakan,kemudian diambil sebuah tabung reaksi dan dimasukkan 5 ml larutan
iodium 0,2 M,dan 2 ml alcohol.Setelah itu ditambahkan setetes demi setetes
sampai larutan tersebut berwarna kuning pucat.setelah itu dipanaskan,setelah
dipanaskan larutan tersebut berubah menjadi endapan kuning dan berbau asam.
Adapun
manfaat percobaan ini dalam bidang farmasi yaitu,dalam bidang farmasi jika kita
ingin membuat suatu sediaan obat maka kita harus mengetahui kelarutan
misalnya suatu senyawa karbon,untuk membuat suatu sediaan.
Ada
beberapa factor kesalahan yang menyebabkan hasil yang didapatkan tidak sesuai
dengan literature yaitu :
1.
Tabung reakis yang digunakan kurang bersih atau bercampur dengan zat-zat lain
2.
Larutan atau pereaksi yang digunakan kurang mancapai kemurnian
BAB
V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari
Percobaan yang dilakukan dapat dilakukan bahwa :
1. Reaksi Polimerisasi ditandai
dengan apabila terjadinya perpanjangan rantai.
2. Reaksi
Esterifikasi adalah reaksi yang terjadi ditandai dengan terjadinya pembentukan
ester.
3. Reaksi
Redoks ditandai dengan adanya,pada oksidasi ditandai dengan atom O bertambah
sedangkan atom H berkurang.Sedangkan reaksi reduksi ditandai dengan
bertambahnya atom H dan berkurangnya atom O.
4. Reaksi
Yodoform ditandai dengan reaksi pembentukan reaksi Haloform.
B. Saran
Sebaiknya
praktikan mengetahui cara kerja yang akan dilakukan agar tidak bertanya
terhadap sesame praktikum karena akan memakan waktu dan akan memakan waktu yang
lama sehingga jika praktikan mengetahui apa yang akan dikerjakan maka praktikum
akan berjalan dengan lancer dengan waktu yang efisien.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim,2010,”Penuntun praktikum
Kimia Organik”.Universitas Muslim Indonesia ;Makassar
Sumo ,Usman,1992,”Pengantar
Kimia Organik”.PT Gramedia Pustaka Utama;Jakarta
Ditjen
POM.1979. Farmakope Indonesia.DepKes RI : Jakarta
Bresnick,Stephen.
1997. Intisari Kimia" Organik : Hipokrates
Dosen
Kimia Universitas Hasanuddin. Kimia Organik : Makassar
Svehla.1990.Vogel.
Analisis Kimia Anorganik Kualitatif.PT.Kalmam Media
Tidak ada komentar:
Posting Komentar